Sesuatu yang sulit dilakukan. sekalipun oleh diriku sendiri yang menulisnya. BEgitu besar efek dari lisan.
Karuniakan hati ini tidak mudah untuk tersakiti dan karuniakan lisan ini untuk tidak mudah menyakiti..
Teringat sebuah cerita tentang lisan. lisan seorang ibu pada anaknya. tidak jauh cerita, seorang malin kundang.
Rabb, jadikan lisan hamba ini santun.
Karena betapa nelangsanya, lisan itu harus terucap dari murid-murid hamba.
JIka dulu, saat mahasiswa, sibuk mengomentari lisan teman. Sekarang, sibuk mengomentari lisan murid. YAng, tanggung jawabku kini, tidak hanya mengomentari.tidak hanya mendiamkan. tidak hanya menasehati. TAPI memperbaiki.
Jika dulu, mengatur teman saja begitu sulit. Bahkan mengatur teman yang sudah akhwat pun susah. DAN SEKARANG..naudzubillahimindzalik,,susahnya mengatur lisan-lisan mahasiswa ini.
Semuanya kemudian menjadi sebuah koreksi pada diri. teringat sebuah kata "Air atap jatuhnya ke pelimbahan juga".
Menjadi sebuah koreksi, akan keimanan yang dimiliki. Akan lisan dan perbuatan yang dilakukan. Sungguh, baik buruknya sebuah negara, tergantung dari yang meimpin. MAka baik buruk seorang mahasiswa, akan tergantung dari dosen nya..
Astaghfirullah..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar