Rabu, 23 Juni 2010

BERCERITA PADA DIRI

Maka, inilah makna kehidupan. Allah tidak pernah menciptakan sesuatupun tanpa tujuan. Inilah hidup. Semua selalu ada hikmahnya. Janji ALLAH yang pasti, menyatakan kebarokahan akan di dapat oleh orang-orang yang bertaqwa. “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi , jika kamu orang-orang yang beriman” (3:139).

Dan sudah menjadi aliran yang mengalir pasti, setiap yang dicintai olehNya selalu diberi “jalan” untuk mendekat padaNya. Rintangan, cobaan, badai, hantaman. Semuanya akan di berikan, sedemikian hingga yang di cintaiNya ada pada level kekasih di sampingNya. Indah nya..

Dalam setiap “jalan” yang diberikan olehNya, selalu sudah diukur, seberapa besar kemampuan yang dicintaiNya menanggung beban. Ia akan selalu memberikan solusi dari setiap beban yang membingungkan orang yang Ia cintai. Sehingga kedamaian meyusup dalam hati orang yang Ia cintai. Subhanallah, indahnya.

Ia akan memeluk orang yang Ia cintai, saat orang itu tertunduk, menagis pasrah, penuh rasa sakit, penuh derita, penuh sengsara, penuh cinta. Bersujud, memohon, memelas belas kasihNya. Ia akan melingkupi orang yang Ia dicintai dengan keimanan, keikhlasan dan keistiqomahan.

Saat orang yang Ia cintaiNya merana, terdholimi, terasing, diasingkan, berbuat kesalahan, khilaf, terpeleset, maka Ia selalu ada disampingnya. Ia selalu ada kapanpun dan dimanapun. Ia sangat dekat.

Rabb, sungguh inilah hambaMu yang dhoif. Bertempel dosa, dengan kemampuan memperbaiki diri yang sangat rendah, dengan keterbatasan kemampuan menebar indahnya KasihMu, dengan hati yang belum sepenuhnya bening…
Rabb, di compang campingnya hati ini. Hamba mohon, perkuat keimanan hamba.
Rabb, di compang campingnya kemampuan memperbaiki diri. Hamba mohon, teguhkan hamba berada di dalam syari’atMu dan berikan hamba kekuatan, menyatakan yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah, dengan ahsan..
Rabb, padaMu lah berlabuhnya hati..
Rabb, padaMu lah kehidupan ini kan berakhir..

Yaa muqollibal quluub, tsabbit qalbi ‘aladdiinik.
Malang, 23 juni 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar